Sabtu, 13 Oktober 2012

Pendidikan Matematika sebagai Sarana Membangun Insan Unggul dan Berprestasi


Insan unggul ialah insan yang dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, berakhlak mulia, mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, berkepribadian baik serta dapat mengendalikan diri. Karakter insan unggul tersebut dapat dibentuk melalui upaya yang terencana dan berkelanjutan. Karakter insan unggul ini dapat mendukung terbentuknya karakter berprestasi.
Berprestasi ialah mempunyai prestasi yang tidak cukup dengan dinyatakan pernah menjuarai lomba atau kompetisi. Berprestasi memiliki makna lebih dari itu. Berprestasi merupakan kemampuan dapat memberikan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Namun kemampuan itu tidak dapat dimiliki oleh orang-orang yang cerdas. Kemampuan itu dapat dimiliki oleh orang-orang yang cerdas baik secara akal maupun akhlak.
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesera didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dalam definisi yang dicantumkan berdasarkan pengertian pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas tersebut, tampak jelas bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik baik dalam segi kecerdasan akal maupun akhlak.
Pada hakikatnya penyelenggaraan pendidikan dilakukan untuk membentuk karakter manusia yang unggul, yakni bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan Negara. Pendidikan diberikan secara berurut yang dibagi ke dalam beberapa mata pelajaran, seperti Sains, Bahasa Indonesia, IPS, Matematika dan lain sebagainya. Melalui mata pelajaran, guru melakukan pembelajaran dengan berbagai metode dan strategi yang tepat. Dalam pembelajaran yang dilakukan tidak hanya sekedar menyampaikan materi ajar, tapi juga menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam materi ajar tersebut.
Pelajaran matematika tergolong dalam mata pelajaran eksak. Walaupun mata pelajaran ini banyak yang mengeluhkan sulit untuk dipelajari, tetapi pendidikan matematika memberikan banyak kontribusi dalam pembentukan karakter seseorang. Dimulai dari materi yang terkandung di dalamnya, hingga cara dalam penyelesaian soal matematika.
Mempelajari matematika harus dilakukan secara runtut, dimulai dari pembahasan yang paling mudah (konkrit) meningkat ke pembahasan yang agak sulit (semi abstrak) kemudian ke pembahasan yang sulit (abstrak). Nilai yang terkandung ialah dalam melakukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan dilakukan dari hal yang termudah kemudian dengan sendirinya akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang tersulit.
Dalam pembelajaran matematika siswa diajarkan mengenai hukum penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Hukum-hukum atau aturan-aturan tersebut merupakan dasar yang paling mendasar dalam matematika. Dengan mempelajari aturan-aturan tersebut, siswa diajarkan beberapa nilai diantaranya aturan penjumlahan mengajarkan siswa agar dapat terus menambah usaha positif (kebaikan) sehingga nilai positif (sikap baik) yang dimiliki pun akan bertambah besar. Aturan pengurangan ialah siswa diajarkan untuk tidak melakukan hal-hal negatif (keburukan) karena nilai positif (sikap baik) akan menjadi bertambah kecil atau sedikit. Semakin besar usaha negatif yang dilakukan semakin kecil nilai positif yang dimiliki. Aturan perkalian mengajarkan siswa jika melakukan suatu pekerjaan berkali-kali maka hasil yang diperoleh pun berkali lipat. Sedangkan aturan pembagian mengajarkan siswa untuk dapat berbagi kepada orang lain dengan adil, pembagian yang sama besar tanpa adanya perbedaan.
Selain belajar aturan-aturan tersebut, hal yang juga diberikan sebagai dasar dalam pendidikan matematika ialah materi logika. Dalam materi logika siswa diajarkan untuk menentukan konklusi berdasarkan premis-premis yang sudah ada sebelumnya sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditentukan. Nilai yang terkandung ialah dalam mengambil keputusan atau kesimpulan diperlukan banyak mendengar dari beberapa pihak minimal dua pihak sehingga keputusan atau kesimpulan yang diambil merupakan hasil pemikiran yang logis.
Matematika disebut sebagai ilmu pasti. Setiap persoalan matematika dapat diselesaikan dengan berbagai cara. Namun terkadang pada suatu soal bisa terdapat beberapa jawaban yang memang menjadi solusi penyelesaian masalah matematika tersebut. Solusi masalah matematika dapat ditemukan dengan berbagai cara yang berbeda. Walaupun demikian, dalam mencari solusi penyelesaian matematika harus dilakukan dengan berpikir logis, runtut dan teliti dalam pengerjaannya serta diselesaikan dengan menerapkan hukum atau aturan matematika. Berdasarkan cara-cara penyelesaian masalah matematika tersebut, siswa diajarkan bahwa dalam menyelesaikan masalah harus dilakukan dengan memahami masalah secara jelas kemudian diselesaikan secara logis, runtut, teliti dan mematuhi nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
Pendidikan matematika merupakan sarana dalam pembentukan karakter manusia. Karakter yang dapat dibangun melalui pendidikan matematika ialah karakter yang selalu berpikir logis, runtut dalam menyelesaikan masalah, teliti, menyelesaikan masalah dengan berbagai cara namun tetap memperhatikan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Karakter tersebut dapat membentuk karakter insan unggul yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, cerdas dan dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar