Insan unggul ialah insan yang dapat bermanfaat bagi orang-orang di
sekitarnya, berakhlak mulia, mempunyai kekuatan spiritual keagamaan,
berkepribadian baik serta dapat mengendalikan diri. Karakter insan unggul
tersebut dapat dibentuk melalui upaya yang terencana dan berkelanjutan.
Karakter insan unggul ini dapat mendukung terbentuknya karakter berprestasi.
Berprestasi ialah mempunyai prestasi yang tidak cukup dengan dinyatakan
pernah menjuarai lomba atau kompetisi. Berprestasi memiliki makna lebih dari
itu. Berprestasi merupakan kemampuan dapat memberikan sesuatu yang berguna dan
bermanfaat bagi orang lain. Namun kemampuan itu tidak dapat dimiliki oleh
orang-orang yang cerdas. Kemampuan itu dapat dimiliki oleh orang-orang yang
cerdas baik secara akal maupun akhlak.
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesera didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dalam definisi yang
dicantumkan berdasarkan pengertian pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003
tentang Sisdiknas tersebut, tampak jelas bahwa pendidikan merupakan usaha sadar
dan terencana dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik baik dalam segi
kecerdasan akal maupun akhlak.
Pada hakikatnya penyelenggaraan pendidikan dilakukan untuk
membentuk karakter manusia yang unggul, yakni bermanfaat bagi diri sendiri,
masyarakat, bangsa dan Negara. Pendidikan diberikan secara berurut yang dibagi
ke dalam beberapa mata pelajaran, seperti Sains, Bahasa Indonesia, IPS,
Matematika dan lain sebagainya. Melalui mata pelajaran, guru melakukan
pembelajaran dengan berbagai metode dan strategi yang tepat. Dalam pembelajaran
yang dilakukan tidak hanya sekedar menyampaikan materi ajar, tapi juga
menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam materi ajar tersebut.
Pelajaran matematika tergolong dalam mata pelajaran eksak. Walaupun
mata pelajaran ini banyak yang mengeluhkan sulit untuk dipelajari, tetapi
pendidikan matematika memberikan banyak kontribusi dalam pembentukan karakter
seseorang. Dimulai dari materi yang terkandung di dalamnya, hingga cara dalam
penyelesaian soal matematika.
Mempelajari matematika harus dilakukan secara runtut, dimulai dari
pembahasan yang paling mudah (konkrit) meningkat ke pembahasan yang agak sulit
(semi abstrak) kemudian ke pembahasan yang sulit (abstrak). Nilai yang
terkandung ialah dalam melakukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan dilakukan
dari hal yang termudah kemudian dengan sendirinya akan mampu menyelesaikan
pekerjaan yang tersulit.
Dalam pembelajaran matematika siswa diajarkan mengenai hukum
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Hukum-hukum atau
aturan-aturan tersebut merupakan dasar yang paling mendasar dalam matematika.
Dengan mempelajari aturan-aturan tersebut, siswa diajarkan beberapa nilai
diantaranya aturan penjumlahan mengajarkan siswa agar dapat terus menambah
usaha positif (kebaikan) sehingga nilai positif (sikap baik) yang dimiliki pun
akan bertambah besar. Aturan pengurangan ialah siswa diajarkan untuk tidak
melakukan hal-hal negatif (keburukan) karena nilai positif (sikap baik) akan
menjadi bertambah kecil atau sedikit. Semakin besar usaha negatif yang
dilakukan semakin kecil nilai positif yang dimiliki. Aturan perkalian
mengajarkan siswa jika melakukan suatu pekerjaan berkali-kali maka hasil yang
diperoleh pun berkali lipat. Sedangkan aturan pembagian mengajarkan siswa untuk
dapat berbagi kepada orang lain dengan adil, pembagian yang sama besar tanpa
adanya perbedaan.
Selain belajar aturan-aturan tersebut, hal yang juga diberikan sebagai
dasar dalam pendidikan matematika ialah materi logika. Dalam materi logika
siswa diajarkan untuk menentukan konklusi berdasarkan premis-premis yang sudah
ada sebelumnya sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditentukan. Nilai yang
terkandung ialah dalam mengambil keputusan atau kesimpulan diperlukan banyak
mendengar dari beberapa pihak minimal dua pihak sehingga keputusan atau
kesimpulan yang diambil merupakan hasil pemikiran yang logis.
Matematika disebut sebagai ilmu pasti. Setiap persoalan matematika
dapat diselesaikan dengan berbagai cara. Namun terkadang pada suatu soal bisa
terdapat beberapa jawaban yang memang menjadi solusi penyelesaian masalah
matematika tersebut. Solusi masalah matematika dapat ditemukan dengan berbagai
cara yang berbeda. Walaupun demikian, dalam mencari solusi penyelesaian
matematika harus dilakukan dengan berpikir logis, runtut dan teliti dalam
pengerjaannya serta diselesaikan dengan menerapkan hukum atau aturan
matematika. Berdasarkan cara-cara penyelesaian masalah matematika tersebut,
siswa diajarkan bahwa dalam menyelesaikan masalah harus dilakukan dengan
memahami masalah secara jelas kemudian diselesaikan secara logis, runtut,
teliti dan mematuhi nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
Pendidikan
matematika merupakan sarana dalam pembentukan karakter manusia. Karakter yang
dapat dibangun melalui pendidikan matematika ialah karakter yang selalu
berpikir logis, runtut dalam menyelesaikan masalah, teliti, menyelesaikan
masalah dengan berbagai cara namun tetap memperhatikan nilai-nilai yang ada
dalam masyarakat. Karakter tersebut dapat membentuk karakter insan unggul yang
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, cerdas dan dapat
memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar