Rabu, 29 Februari 2012

Kenakalan Mereka adalah Perhatian

Pertama kali masuk ke sebuah ruangan kecil berisi kurang dari 30 orang siswa, ada yang berbeda. Ya, mereka sangat berbeda jika dibandingkan dengan pengalamanku ketika aku duduk di bangku sekolah. Penampilan mereka yang tidak rapi, perilaku mereka yang kurang sopan, sikap mereka yang cuek. Aku adalah guru muda yang baru mengajar di sekolah tersebut. Pengalaman mengajarku pun masih jauh dari kata "berpengalaman", maklum saja aku hanya terbiasa mengajar privat dengan jumlah murid 1 orang.
Setiap kali aku menjelaskan materi pelajaran, berbagai macam respon aku terima dari murid-murid spesialku ini. Ada yang sibuk sendiri, mengobrol dengan temannya, dan melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan bagi mereka. Walaupun begitu, aku tetap bersyukur masih ada beberapa pasang mata dan telinga yang bersedia memperhatikan setiap kata-kataku.
Ada saja sikap mereka yang menyinggung perasaanku. Tidak memperhatikan, bermain hp, tidak mengerjakan tugas, keluar masuk kelas tanpa izin, membuat gaduh di kelas, dan tingkah-tingkah aneh yang membuatku harus selalu mengelus dada. Setiap kali selesai mengajar, ada saja rasa kesal, sedih, dan bingung. Perlu mengumpulkan energi yang cukup besar untuk menghadapi hari esok mengajar, menyiapkan diri untuk menghadapi tingkah-tingkah "aneh" mereka.
Minggu pertama, aku masih bersikap "sangat lembut" hingga pada minggu-minggu berikutnya aku tidak lagi mampu membendung kemarahanku atas setiap sikap mereka yang tidak menghargai keberadaanku sebagai guru mereka. Hingga pada suatu hari, kemarahanku pun terjadi di kelas. Suara lantangku memecah kegaduhan di kelas, membuat mereka terdiam dan mendengarkan kemarahanku serta melihat ekspresi wajahku yang mungkin tidak enak dipandang saat itu. Ada rasa penyesalan setelah itu, karena aku terlah bersikap kasar yang menurutku tidak seharusnya aku lakukan.
Setelah beberapa bulan aku mengajar dan berkomunikasi baik dengan murid maupun guru, akhirnya aku pun tahu bahwa sebenarnya kenakalan mereka adalah cara mereka untuk mendapatkan perhatian yang belum mereka dapatkan dari kedua orang tua mereka. Sebagian besar siswa yang bertingkah "aneh" berasal dari keluarga dengan kondisi orang tua yang kurang memperhatikan mereka. Orang tua yang sibuk dengan aktifitas mereka, dengan alasan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak.
Sangat disayangkan, padahal mereka adalah anak-anak yang unik. Mereka mempunyai potensi untuk bisa menjadi orang yang lebih baik. Tapi hal itu tertutup oleh kenakalan-kenakalan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar